Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya
Si Jembling Dari Sangkrah 02 / 09 / 2010
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Mungkin Orang Ini agak Aneh Tetapi Dia sebetulnya dia adalah juragan sate yang ada si sebuah kampung sangkrah. Dia menangani warungnya mulai sejak umur 9 tahun pada waktu dia masih duduk di Sekolah dasar
Hari mulai berjalan Menggerus waktu yang semakin dekat Dekat dengan pemantapan Pemantapan tentang sebuah pilihan Dimana kita tidak perlu bimbang dan ragu Dalam menjatuhkan hati dengan Seorang Pemimpin Mantapkan Pilihan dengan Pemimpin yang penuh Cinta Cinta seperti Lilin dan nyala api Lilin rela habis tergerus panas api Untuk Menerangi Sebuah Ruang Cinta seperti bulan dan bintang Yang selalu berdampingan dan Beriringan Cinta seperti Induk Singa pada anaknya Yang Selalu Melindungi anak anaknya dari bahaya Pilihan itu Sudah ada di depan mata Terpampang jelas pemimpin yang memiliki cinta
Pengamat pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Muhdi, menilai, razia telepon seluler yang dilakukan terhadap para siswa untuk mengantisipasi peredaran video porno, tak efektif. "Razia ponsel yang dilakukan terhadap para siswa hanya dilakukan di sekolah, bagaimana setelah mereka pulang sekolah," kata Muhdi yang juga Rektor IKIP PGRI Semarang itu di Semarang, Minggu. Menurut dia, kekhawatiran pihak sekolah terhadap peredaran video porno di kalangan siswa terkadang disikapi secara spontan dengan melakukan razia, padahal hal itu justru tidak terlalu efektif. Terlebih lagi, kata dia, kekhawatiran itu semakin besar dengan merebaknya peredaran video porno dengan pemeran mirip artis yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan masyarakat. Ia mengatakan pihak sekolah harus menerapkan pendidikan karakter dan mental siswa secara optimal sehingga mereka tak mudah goyah ataupun tergoda dengan hal-hal negatif yang terjadi. "Kalau karakter, kepribad...
Magelang: Membatik menggunakan canting dan kain mungkin sudah biasa. Namun para pelajar di Magelang, Jawa Tengah, mereka membatik dengan media solder dan busa spon. Beragam corak hasil dari membatik dengan solder dan spon ternyata tak kalah unik dan indah. Terbukti mulai dari corak batik klasik, kontemporer, tokoh pewayangan, hingga flora dan fauna bisa dibuat dengan alat yang tak biasanya dipakai untuk membatik tersebut. Seni membatik dengan solder dan spon dilakukan anak-anak Sekolah Menengah Pertama Negri 1 Salaman, Magelang. Ide tersebut datang dari guru Seni Rupa Musriyanto yang mengaku ingin membuat batik dengan metode berbeda. Untuk membuat batik solder sangatlah mudah. Pertama, alat yang dibutuhkan hanya busa spon dan solder. Selanjutnya, spon diberi gambar sesuai motif batik menggunakan pensil. Setelah gambar jadi, barulah diberi warna menggunakan cat akrilik. Gambar yang sudah jadi itu kemudian diberi warna ulang dengan solder. Karena sifat spon yang mudah terbakar oleh so...
Komentar