Kamis, 20 Mei 2010

Maestro Keroncong Gesang Dikabarkan Tutup Usia

Solo - Komponis kawakan Gesang yang sebelumnya dirawat intensif, akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Ia meninggal setelah sekitar beberapa hari dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo.
Namun, kabar meninggalnya meninggalnya pencipta lagu Bengawan Solo itu, hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi. Pihak keluarga juga belum dapat dihubungi. Belum diketahui pukul tepatnya Gesang meninggal dan atas penyakit apa ia meninggal.
Maestro keroncong, Gesang Martohartono (92)
Gesang sebelumnya diopname di Ruang Firdaus 5 RS PKU Muhammadiyah dengan dirawat oleh 3 dokter spesialis, yakni penyakit dalam, eurologi dan jantung.
Gesang kembali dilarikan ke rumah sakit pada hari Rabu, 12 Mei 2010. Gesang kembali dirawat karena kondisinya yang menurun. Karena pencipta lagu Bengawan Solo ini tidak mau makan dan sering mengalami muntah.
Gesang sendiri selama tahun 2010 sudah tiga kali dilarikan ke rumah sakit pada bulan Februari. Sedangkan pada bulan Januari lalu menjalani operasi pengangkatan prostat.
Sejak Minggu (16/5), yang sebelumnya Gesang dirawat di tempat biasa, dipindahkan ke ruang ICU karena sakitnya bertambah parah. "Eyang Gesang masuk rumah sakit Rabu (12/5), tetapi terus Minggu (18/5) dipindah ke ruang ICU karena sakitnya bertambah parah, dan bahkan sempat tidak sadarkan diri, tetapi kondisinya sekarang sudah mulai membaik. Tapi juga masih dirawat di ruang ICU," kata Yani Effendi cucu keponakan gesang yang menunggui di rumah sakit tersebut, Selasa (18/5).
Eyang Gesang yang 1 Oktober 2010 genap berusia 93 tahun itu, menurut dia, kondisinya telah sadar dan sudah mengerti setiap keluarganya yang menengok, tetapi masih tetap dirawat diruang ICU. "Saya belum mengerti Eyang Gesang mau dipindah keruang perawatan kapan, tetapi yang jelas kondisi kesehatannya sekarang ini sudah tampak membaik. Ya mudah-mudahan cepat dipindah keruang perawatan," imbuh Yani.
Gesang meskipun sekarang telah sadarkan diri, tetapi juga masih tampak lemas dan berbaring diruang ICU sambil diinfus dibagian tangannya. "Ya Eyang Gesang memang tampak lemas dan pucat karena tidak makan beberapa hari dan hanya diinfus," ujarnya

Doa Bersama untuk Gesang

Solo: Sejak dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, Jawa Tengah, simpati untuk maestro keroncong Gesang Martohartono terus berdatangan. Kamis (20/5) siang, giliran puluhan siswa sekolah dasar di Solo mengunjungi Gesang yang kini dirawat di uang ICU.
Namun karena tidak semua orang bisa masuk ruang ICU, anak-anak hanya bisa melihat pria berumur 92 tahun tersebut dari balik jendela kaca. Tak hanya itu, mereka juga menggelar doa bersama demi kesembuhan pencipta lagu Bengawan Solo tersebut. Mereka berharap kondisi Gesang segera pulih dan bisa kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.
Meski usai mereka dengan Gesang terpaut jauh, para siswa ini mengaku mengenal baik nama Gesang. Apalagi, lagu Bengawan Solo sangat melegenda dan digemari masyarakat berbagai kalangan di berbagai negara. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Gesang, sebelum meninggalkan rumah sakit mereka bersama-sama menyanyikan lagu Bengawan Solo.
Gesang dirawat di rumah sakit karena merasa mual-mual tidak mau makan. Tapi, oleh dokter yang menangani langsung disarankan rawat inap. "Diagnosa sementara dari keterangan dokter yang menangani bahwa Pak Gesang menderita lemah jantung dan gangguan saluran kencing," kata Nur Ariyani, keponakan Gesang [baca: Gesang Kembali Masuk Rumah Sakit].
Kini, kondisi kesehatan Gesang terus membaik dan melewati masa kritis. Ia sudah mampu makan tanpa harus disuap

Gesang Sudah Bisa Bernyanyi 'Bengawan Solo'

Grafik kesehatan maestro keroncong Gesang Martohartono, yang saat ini masih terbaring di ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo menunjukkan kemajuan, Kamis 20 Mei 2010.
Bahkan seniman berusia 92 tahun itu, sudah bisa mengkonsumsi makanan, minum air putih dan mendendangkan lagu Bengawan Solo dan Jembatan Merah.
Perkembangan yang baik ini pun membuat keluarga sedikit lebih tenang. "Alhamdulillah, sudah ada perkembangan. Tadi pagi sekitar jam 10.00 WIB malah nyanyi Bengawan Solo dan Jembatan Merah sampai rampung," kata Yuniarti keponakan Gesang yang selalu setia mendampingi.
Bahkan, Gesang juga sempat meminta untuk segera dipulangkan ke rumahnya di Kemlayan (kediaman Gesang saat ini). "Tadi ngoyak-ngoyak (ngejar-ngejar) pengen pulang ke rumah. Nduk (panggilan Yuniarti), mengko Yani kon mrene, methuk aku (Nanti Yani suruh ke sini, jemput aku)," ujar Yuniarti menirukan suara Gesang. "Tapi, dokter belum mengizinkan," Yuni menambahkan.
Sementara itu dukungan untuk Gesang pun kian mengalir. Salah satunya adalah dari Iga Mawarni dan Grace Simon, dengan mengirimkan karangan bunga.
Gesang menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit, dan bahkan Gesang sempat menjalani operasi pengangkatan prostat pada bulan Januari 2010 lalu. (hs)

Fraksi Hanura Tinggalkan Ruangan Sidang Paripurna DPR

Fraksi Partai Hanura DPR meninggalkan ruangan sidang paripurna DPR, Kamis, dengan alasan menegakkan konsistensi sikap DPR terkait dengan rekomendasi DPR terhadap kasus Bank Century.
Ketua Fraksi Hanura DPR Abdillah Azis mengatakan, Fraksi Hanura melakukan aksi "walk out" meningggalkan ruangan sidang paripurna untuk menegakkan konsistensi sikap DPR yang merekomendasikan agar kasus Bank Century ditindaklanjuti oleh lembaga penegak hukum.
"Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani termasuk salah satu nama yang tercantum dalam rekomendasi DPR untuk ditindaklanjuti," kata Abdillah Azis setelah meninggalkan ruangan sidang paripurna DPR.
Menurut dia, jika anggota DPR tidak menghormati keputusannya siapa lagi yang akan menghormati keputusannya.
"Hal ini bisa mencederai citra lembaga DPR," katanya.
Sebelum meninggalkan ruangan sidang, katanya, anggota Fraksi Hanura sudah mengajukan tiga hal pada pimpinan sidang yakni Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso.
Ketiga hal tersebut yakni Fraksi Hanura menyatakan bersikap konsisten pada keputusan DPR soal kasus Bank Century.
Fraksi Hanura menyatakan salam perpisahan dengan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Ini sikap politik bukan persoalan pribadi. Secara pribadi kami tidak ada masalah dengan Sri Mulyani. Tadi pada saat akan meninggalkan ruangan, kami juga memberikan salam," katanya.
Aksi "walk out" Fraksi Hanura bermula pada saat sidang paripurna yang dipimpin Priyo Budi Santoso baru dimulai anggota DPR dari Fraksi Hanura Syarifuddin Suding mengajukan interupsi meminta agar DPR konsisten atas putusan paripurna soal rekomendasi angket Bank Century.
Namun, pimpinan sidang tetap melanjutkan rapat dan meminta Sri Mulyani sebagai wakil pemerintah memberikan sambutannya.
Anggota Fraksi Hanura kemudian meninggalkan ruangan sidang.
Sidang paripurna DPR itu antara lain beragendakan pengesahan Deputi Gubernur Bank Indonesia dan mengesahkan Peraturan DPR RI tentang kebebasan Informasi Publik. Sidang paripurna kali ini hanya diikuti sekitar 240 dari 560 anggota DPR.