Sabtu, 05 Juni 2010

Walhi: Moratorium Dua Tahun Tidak Cukup

Organisasi masyarakat peduli lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menegaskan moratorium selama dua tahun yang menjadi komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak cukup untuk memperbaiki kerusakan hutan Indonesia.
"Tidak cukup kalau hanya dua tahun moratorium. Keberhasilan moratorium bukan diukur dengan waktu," kata Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Berry N Furqon, di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan konsep Walhi untuk memperbaiki kerusakan hutan lebih melihat pada indikator dan kriteria yang diselesaikan. "Tidak bisa kalau patokannya waktu".
Selain itu, ia mengatakan penyelamatan hutan juga tidak boleh berpatokan pada dana bantuan, tetapi menjadi kesadaran pemerintah bahwa hal tersebut merupakan tugas pemerintah. Pembenahan regulasi, manajemen kehutanan, reformasi hukum, reformasi agraria, menurut Berry, harus dilakukan.
"Termasuk juga pemerintah harus tegas dalam masalah pasok kayu pada industri, semua harus dilaksanakan secara lestari," lanjutnya.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa Walhi menyambut baik komitmen Presiden untuk melakukan moratorium. Dan organisasi pecinta lingkungan hidup ini siap menagih komitmen Presiden tersebut.
Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah tidak akan menggunakan lahan gambut dan hutan alam primer namun tetap memperhatikan pengembangan sektor pangan seperti penggunaan lahan pertanian dan perkebunan terutama lahan-lahan terdegradasi selama berlakunya moratorium.
Ia juga mengatakan bahwa terdapat tujuh juta hektar lahan diluar kawasan hutan yang masih dapat digunakan untuk pengembangan perkebunan dan pertanian, sehingga sama sekali tidak mengancam atau mengganggu ketahanan pangan.
Komitmen moratorium disampaikan Presiden Yudhoyono dalam konfrensi pers bersama dengan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg sehari sebelum dimulainya Konferensi Iklim dan Hutan Norwegia di Oslo.
Pada kesempatan itu Pemerintah Indonesia dan Norwegia menyepakati kerjasama di bidang konservasi hutan senilai satu miliar dolar AS sebagai upaya untuk mengurangi karbon yang dinilai mempengaruhi perubahan iklim.

Chace Crawford Tertangkap Bawa Ganja

Aktor pemeran karakter Nate Archibald di serial Gossip Girl, Chace Crawford, tertangkap membawa ganja, Jumat pagi di Plano, Texas. Menurut Us Magazine, aktor berusia 24 tahun itu ditahan lepas tengah malam, dari sebuah Nissan yang parker di depan Ringo’s Pub. Ia kedapatan membawa kurang dari dua ons ganja.

Menurut TMZ, aktor asli Texas yang kini tinggal di New York itu sedang bersama seorang teman saat mereka menyalakan linting ganja. Tetapi, Crawford sudah keluar dari tahanan di atas jam 1 malam setelah membayar jaminan. Juru bicara Crawford belum memberi komentar apa-apa. Tetapi foto Crawford dengan baju tahanan warna oranye sudah menghiasi jagat maya.

“Dia tidak ditahan,” kata seorang petugas polisi Plano pada E! News. “Dia sudah membayar jaminan.” Hukuman maksimal untuk kepemilikan ganja adalah penjara 180 hari dan denda $2,000.

Ironisnya, Crawford rencananya akan bermain sebagai seorang pengedar obat bernama White Mike dalam film Twelve yang akan rilis 2 Juli nanti di Amerika Serikat.

Satgas: Suap Bakrie Harus Diusut

Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Deny Indrayana mengatakan, pernyataan tersangka kasus korupsi  Gayus Tambunan soal suap yang diterimanya dari sejumlah perusahaan Grup Bakrie harus ditindaklanjuti penyelidik Polri.
"Informasi itu sepihak dari Gayus dan harus diverifikasi. Tetapi saya yakin penyidik kepolisian yang dipimpin Mathius Salempang (Ketua Tim Penyidik Mabes Polri Irjen Mathius Salempang) akan melakukannya," kata Deny di Jakarta, Jumat (4/6/2010).
Menurut Denny, tim penyidik Polri harus mencari apakah informasi yang diungkap Gayus sesuai dengan fakta atau tidak. "Biar proses hukum yang harus membuktikan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, tiga perusahaan Grup Bakrie diduga menyetor tujuh juta dolar AS atau sekitar Rp 65 miliar untuk "membereskan" persoalan pajak mereka.
Dana itu dialirkan melalui Gayus H. Tambunan, tersangka korupsi dan pencucian uang. Kemudian, duit itu mengalir ke sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Pajak, di antaranya MPM.
Keterangan itu diberikan Gayus kepada penyidik kepolisian yang memeriksanya sepanjang April lalu. Gayus menyebutkan tiga perusahaan itu adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Bumi Resources, dan PT Arutmin.

Keluarga dan Kerabat Doakan Hasan Tiro

Aceh Besar: Doa bersama untuk mendiang Teungku Muhammad Hasan di Tiro alias Hasan Tiro masih berlangsung hingga Jumat (4/6) malam. Acara digelar di tiga tempat. Pertama, makam Hasan Tiro di Meureu, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam. Serta, rumah keluarga almarhum deklarator Gerakan Aceh Merdeka tersebut dan kediaman Ketua DPRD Aceh. Di sela-sela doa bersama, pihak keluarga menyatakan anak dan istri Hasan Tiro yang berada di Amerika Serikat, tidak bisa ke Indonesia. Menurut keluarga, anak Hasan Tiro yang bernama Karim harus mengurus ibunya yang sudah mulai uzur. Di AS, Karim menjadi dosen di sebuah universitas di Ohio.(

Pendukung Palestina Datangi Kedubes Mesir

akarta: Simpatisan dan pendukung kemerdekaan Palestina mendatangi Kedutaan Besar Mesir di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (4/6). Mereka mendesak Mesir segera membuka akses masuk ke Palestina agar bantuan buat warga Gaza bisa segera disalurkan [baca: Mesir Buka Perbatasan Gaza].
Dalam aksinya, pengunjuk rasa yang tergabung dalam Komunitas Voice of Palestina terlebih dahulu melakukan long march. Mereka berjalan kaki dari Bundaran Hotel Indonesia sampai ke Kedubes Mesir.
Selain mendesak Mesir, mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa memberi sanksi kepada Israel. Bahkan, jika perlu PBB membentuk tim pencari fakta kasus penyerangan di Kapal Mavi Marmara, beberapa hari silam [baca: PBB Akan Kirim Misi Pencari Fakta]

Cilacap Dua Kali Diguncang Gempa Bumi

Gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter, Jumat malam, dua kali mengguncang Cilacap, Jawa Tengah.
Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara, Ahmad Lani, saat dihubungi ANTARA dari Cilacap, mengatakan bahwa gempa tersebut terjadi pukul 22.12:40 WIB dan pukul 22.32:07 WIB.
"Kekuatan gempa sama, yakni 5,2 SR. Gempa pertama berlokasi di 9,72 lintang selatan hingga 108,08 bujur timur atau 244 kilometer barat daya Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer," katanya.
Sedangkan gempa kedua, kata dia, berlokasi di 9,77 lintang selatan hingga 108,06 bujur timur atau 250 kilometer barat daya Cilacap dengan kedalaman 15 kilometer.
Menurut dia, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu, petugas piket Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tarno saat dihubungi ANTARA mengatakan, pihaknya tidak menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa tersebut.
"Kami juga tidak menerima laporan adanya warga yang merasakan guncangan gempa," katanya.

Rahasia Mengembangkan Kepribadian


Banyak orang prihatin mengenai perkembangan orang muda saat ini. Mereka lebih lambat dewasa. Bandingkan dengan masa-masa menjelang dan setelah Indonesia merdeka, orang-orang muda yang mengambil tanggung jawab mendirikan bangsa dan negara ini.
Bung Karno dan Bung Tomo merupakan contoh bagaimana orang muda pada waktu itu telah mampu keluar dari perhatian terhadap diri sendiri. Mereka memberikan perhatian kepada hal yang besar, berupa kehidupan yang lebih luas tanpa tanggung-tanggung: bangsa dan negara Indonesia yang sangat besar!
Kondisi pada waktu itu memang menciptakan peluang tersebut. Orang muda mendapat tantangan bertindak. Di dalam keluarga pun terdapat tradisi pendidikan yang sangat menekankan tanggung jawab sedini mungkin, dengan menerapkan sistem ganjaran dan hukuman (reward dan punishment) yang konsisten.
Hampir tiap keluarga menerapkan pembagian tugas kepada semua anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga maupun tugas lain membantu orangtua.
Pentingnya Tanggung Jawab dan Disiplin Dengan praktik-praktik orangtua pada masa lalu tersebut, entah disadari atau tidak, sebenarnya orangtua telah melatih anak untuk memiliki perhatian serta tanggung jawab terhadap kehidupan bersama, dan mengembangkan disiplin.
Selain melalui tugas rumah tangga, anak-anak juga mengalami pendisiplinan melalui aturan-aturan jam tidur siang, jam belajar bersama, jam bermain, dan sebagainya. Tampak bahwa pemberian tanggung jawab dan pendisiplinan sejak dini berperan sangat penting dalam mendorong pendewasaan seorang anak.
Keadaan saat ini sungguh berbeda. Anak sering tetap diperlakukan sebagai bocah hingga mereka remaja, tanpa menerima kewajiban yang memungkinkan mereka memberikan perhatian terhadap lingkungan. Kewajiban yang diberikan sebatas belajar dan menghasilkan nilai rapot yang memuaskan bagi orangtua.
Akibatnya, banyak anak tetap bergantung pada orangtua hingga lulus sarjana. Padahal, tanpa pengalaman tanggung jawab dan disiplin, kemampuan mengatasi masalah kurang berkembang. Mereka juga kurang memiliki daya juang. Terutama bila tidak punya prestasi atau keterampilan tertentu, mereka cenderung mengalami krisis harga diri.
Alih-alih memikirkan tanggung jawab akan dunia sekelilingnya, mereka justru sibuk mengatasi dirinya sendiri yang tidak bahagia. Sebagian bahkan menggunakan cara-cara tidak sehat untuk mengatasinya (seperti menggunakan obat terlarang) di samping memboroskan waktu untuk mencari pemuasan diri sesaat.
Manfaat Berorganisasi Mengapa terjadi perubahan pola pendidikan orangtua dalam kultur kita? Perubahan tersebut nampaknya tidak lepas dari perkembangan masyarakat yang semakin komplek, sehingga menggeser orientasi-orientasi dalam hidup.
Perubahan kurikulum pendidikan formal yang cenderung membebani anak dan orangtua, ikut mendorong orangtua untuk membebaskan anak dari tugas-tugas lain selain sekolah atau mencapai prestasi lain. Membiasakan anak selalu dilayani oleh pembantu rumah tangga merupakan faktor yang lain.
Lalu, langkah apa yang dapat ditempuh untuk mengembangkan kepribadian anak-anak muda kita? Menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan disiplin merupakan keharusan. Mendorong aktif dalam organisasi yang memiliki program terstruktur seperti OSIS, sanggar seni, lembaga pengabdian, merupakan langkah lain.
Sebuah penelitian mengenai manfaat organisasi pemuda di Amerika memberikan gambaran yang menarik mengenai apa saja perkembangan yang dialami oleh para anggota organisasi yang diteliti.
Larson dkk (2004), melakukan observasi dan wawancara terhadap para anggota dan pimpinan tiga organisasi yang berbeda basis kegiatan (pendidikan, seni, dan kemasyarakatan), masing-masing 3-4 bulan. Melalui hasil penelitian ini kita dapat melihat manfaatnya bagi perkembangan kepribadian anggotanya.
1. Mengembangkan inisiatif Temuan Larson dkk pada tiga program yang diteliti, sesuai dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa keterampilan inisiatif para anggota tumbuh melalui tantangan yang mereka hadapai dalam mencapai suatu tujuan. Pada mulanya para anggota ”sekadar melakukan”, tetapi setelah beberapa minggu kemudian mereka mulai tampak mengembangkan strategi untuk menghadapi suatu tantangan (tugas), dan lebih memobilisasi waktu dan usaha. Beberapa hal yang dipelajari sebagai hal yang menghasilkan kesuksesan program adalah: (a) memulai secara lebih awal; (b) mengelola waktu; (c) bekerja keras.
Beberapa anggota tampak menunjukkan peningkatan dalam strategi berpikir. Mereka menemukan pencerahan (insight) dalam hal memecahkan masalah, mengorganisasi langkah-langkah pekerjaan, dsb, agar penyelesaian tugas dapat lebih efektif. Sebagian anggota malah dapat mentransfer peningkatan kemampuan inisiatifnya ke dalam sisi lain kehidupannya, yaitu dalam perencanaan karier.
2.    Transformasi dalam motivasi Dengan adanya perkembangan keterampilan inisiatif, motivasi para anggota juga berubah. Larson dkk menemukan, dalam tiga organisasi yang diteliti banyak anggota yang awalnya bergabung dengan alasan ekstrinsik: untuk memuaskan orangtua, mengisi waktu luang bersama teman sebaya, menjadi prasyarat lulus sekolah, atau karena ada honor. Namun, sebagian besar kemudian menunjukkan perubahan.
Motivasi mereka menjadi lebih intrinsik (adanya minat pribadi terhadap program), dengan alasan dapat terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang baru, segar, dan menarik secara pribadi.
3.    Memperoleh modal sosial Perkembangan remaja, selain berupa perkembangan karakter dan penguasaan keterampilan baru, juga perkembangan dalam pembentukan relasi pribadi, termasuk relasi dengan orang dewasa. Untuk itu, orang muda butuh relasi dengan orang dewasa yang dapat memberi modal sosial, yakni yang memberi informasi dan sumber daya yang menghubungkan mereka dengan dunia orang dewasa.
Modal sosial selain baik untuk individu juga baik untuk komunitas karena adanya pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan kepercayaan, sehingga membentuk keadaan masyarakat yang sehat. Keterlibatan dalam program-program kepemudaan merupakan kesempatan untuk membangun modal sosial dan berkembang menjadi orang-orang dewasa yang berkeahlian tinggi.
Dari penelitian Larson dkk ditemukan bahwa para anggota dari tiga organisasi yang diteliti memanfaatkan relasinya dengan orang-orang dewasa dalam komunitas yang ada untuk keperluan pendidikan dan perencanaan karier mereka.
Banyak anggota mengaku telah belajar dari para orang dewasa mengenai pilihan pendidikan dan karier di masa mendatang. Dalam relasinya dengan orang-orang dewasa sepanjang kegiatan yang dilaksanakan, mereka dapat menemukan secara nyata bagaimana orang dewasa mengelola tantangan hidup, dan mereka ikut mengembangkan keahlian untuk menghadapi tantangan.
4.    Menjembatani perbedaan Bentuk lain modal sosial/interpersonal diperoleh melalui teman-teman sebaya, yakni dengan mengembangkan hubungan dan pemahaman terhadap berbagai aspek perbedaan manusia (etnis, agama, gender, status sosial-ekonomi, tujuan, dsb). Hasil penelitian Larson dkk menunjukkan melalui program-program pada tiga organisasi yang diteliti, para anggota mengalami perkembangan kompetensi untuk memahami dan menghargai keanekaragaman manusia.
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa para anggota belajar menjembatani perbedaan melalui proses tiga tahap: a.    Pertama, mengalami interaksi dengan orang-orang muda lain yang berbeda dengan dirinya dalam berbagai hal. Melalui interaksi ini mereka mengalami hubungan yang bermakna dengan teman berbeda etnis dan sebagainya serta membangun rasa saling percaya. b.    Kedua, melalui interaksi tersebut mereka belajar tentang orang lain dan mulai melihat orang lain secara lebih utuh. Dengan bersama-sama mengerjakan apa yang menjadi program dalam kelompok-kelompok kecil, mereka menjadi saling bergantung dan akrab satu sama lain. c.    Ketiga, mereka mengalami perubahan dalam berpikir yang memengaruhi bagaimana interaksinya dengan anggota kelompok-kelompok lain. Berdasarkan pengalaman berinteraksi secara akrab dengan orang lain di dalam kelompok, selanjutnya dalam interaksi dengan kelompok lain mereka telah mampu untuk menghargai perbedaan-perbedaan, sehingga dalam interaksi tidak terjadi pembedaan antarkelompok.
Namun, dalam kenyataan pencapaian tahap ketiga ini tidak berlangsung mudah. Bila sungguh-sungguh dihadapkan dengan perbedaan antarkelompok, kadang terjadi pertahanan diri, penolakan, atau pengabaian masalah yang dihadapi. Dalam situasi seperti ini orang dewasa yang menjadi pendamping program bekerja keras menciptakan kondisi positif bagi interaksi antarkelompok. Antara lain dengan memberikan status yang sama, membangun kerja sama, kontak individu antarkelompok, dan adanya dukungan dari orang-orang dewasa (pendamping) dalam berbagi seting kegiatan.
5.    Menemukan tanggung jawab baru Tanggung jawab merupakan kualitas yang diharapkan dimiliki orang yang berkembang menuju kedewasaan. Hasil penelitian Larson dkk menunjukkan, banyak anggota mengakui adanya proses menjadi lebih bertanggung jawab dalam perasaan maupun dalam bertindak, sepanjang keikutsertaannya dalam program.