Jumat, 14 Mei 2010

Anak-anak Ini Selamat dari Kecelakaan Pesawat


Seorang bocah berusia 10 tahun menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat di Libya, yang menewaskan 103 penumpang dan awak, Rabu 12 Mei 2010. Nasib bocah asal Belanda itu kini memunculkan spekulasi bahwa anak-anak berpeluang besar untuk selamat dari kecelakaan pesawat.

Spekulasi itu masih mengundang perdebatan. Namun fakta mengungkapkan bahwa setidaknya sudah ada lima kasus di mana terdapat seorang penumpang cilik yang selamat dari kecelakaan pesawat terbang

Berikut daftar nama penumpang cilik yang selamat dari kecelakaan pesawat, seperti yang dihimpun kantor berita Associated Press.

12 Mei 2010 : Pesawat Afriqiyah Airways jatuh saat akan mendarat di Tripoli, Libya, dengan membawa 104 penumpang dan awak. Penumpang selamat: Bocah asal Belanda berusia 10 tahun.

30 Juni 2009 : Pesawat Yemenia Airlines jatuh di peraiwan Kepualuan Comoros, Samudera Hindia, dengan menewaskan 152 orang. Penumpang selamat: Bocah berusia 12 tahun dan sempat 13 jam terapung-apung di lautan.

8 Juli 2003 : Pesawat Sudan Airways jatuh saat baru lepas landas di Bandara Port Sudan, 116 orang tewas: Penumpang selamat: Bayi berusia 3 tahun, yang terlempar ke semak-semak. Dia kehilangan kaki kanan dan menderita luka bakar.

11 Januari 1995 : Pesawat Intercontinental Aviation jatuh di dekat Cartagena, Kolombia, menewaskan 51 orang. Penumpang selamat: Gadis berusia 9 tahun. Dia menderita patah tulang bahu dan luka lebam.

16 Agustus 1987 : Pesawat Northwest Airlines jatuh di jalan tol saat baru lepas landas. 148 penumpang dan awak pesawat serta dua orang di darat tewas. Penumpang selamat: Anak kecil berusia 4 tahun yang masih duduk di kursi dengan sabuk pengaman.

Breastfeeding Fair 2010 Kembali Digelar


Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) kembali menggelar acara AIMI Breastfeeding Fair 2010. Acara bertemakan Breastfeeding: A New Lifestyle ini akan digelar selama lima hari mulai tanggal 12-16 Mei 2010 di FX Lifestyle X'enter, Jakarta.

Berbagai acara seputar ASI bisa diikuti para ibu, seperti talkshow dengan pakar kesehatan seputar ASI, Bazaar pernak-pernik ibu dan anak, serta pojok laktasi untuk berkonsultasi tentang ASI. "Topik-topik pada acara sharing and caring yang diangkat tahun ini mengacu pada tema World Breastfeeding Week 2010, yakni Menyusui: Hanya 10 Langkah! Sayang Bayi!," kata Inna Banani, ketua penyelenggara.

Ketua AIMI, Mia Sutanto, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar menyusui menjadi gaya hidup baru wanita modern. "Memberi ASI seharusnya menjadi gaya hidup baru wanita, seperti halnya ke salon atau arisan," katanya.

Tema talkshow yang bisa diikuti antara lain Mencari RS Sayang Bayi oleh Ninik Sukotjo dari UNICEF, Kamis (13/5) pukul 13.00-15.00, Donor ASI di lihat dari sudut pandang Quran oleh Ustadzah Faizah Ali, Jumat (14/5) pukul 16.30 - 18.30, Sehat dan Produktif Berkat Menyusui oleh dr.Utami Sp.A, pukul 13.00-15.00, Persiapan Sukses Menyusui, Minggu (16.5) pukul 13.00 - 15.00.

Petugas Sensus Temukan Warga Berusia 120 Tahun


Petugas Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan seorang pria bernama Nur berusia 120 tahun saat melakukan sensus penduduk tahun 2010 di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

"Pada awalnya, warga tersebut mengaku usianya mencapai 160 tahun. Namun, setelah diteliti oleh petugas di lapangan, ternyata usia Nur 120 tahun," kata Penanggungjawab Humas dan Pengolahan Data BPS Kabupaten Sukabumi, Anwar Hidayat, di Sukabumi, Jumat.

Nur tinggal di daerah pedalaman Sukabumi yang lokasinya sangat jauh, bahkan berada dalam suatu komunitas yang diduga mempunyai bahasa tersendiri, kata Anwar.

"Untuk memastikan usia Nur, maka kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut, salah satunya dengan mengecek keturunan Nur mulai dari anak-anak hingga cucunya," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengecek kemampuan wawasan Nur tentang peristiwa-peristiwa zaman dahulu.

"Kedua faktor tersebut nantinya akan menentukan kebenaran dari pengakuan Nur kepada petugas SP," katanya seraya mengatakan selain Nur ada warga Sukabumi lainnya yang mengaku berusia 116 tahun di Kecamatan Bantargadung.

Sensus Capai 93 Persen

Hingga tanggal 14 Mei proses SP 2010 di Kabupaten Sukabumi telah mencapai sekitar 93 persen atau menjangkau 2,2 juta orang penduduk.

"Berdasarkan `listing` SP, jumlah penduduk di Kabupaten Sukabumi diperkirakan mencapai 2,4 juta hingga 2,5 juta," kata Anwar.

Menurut dia, proses pelaporan data dari petugas di lapangan masih terus berlangsung dan dirinya optimistis sampai batas akhir pelaksanaan SP tanggal 20 Mei 2010 semua warga Kabupaten Sukabumi telah terdata.

"Hasil sensus ini nantinya akan dilaporkan ke BPS Provinsi Jawa Barat," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala BPS Kabupaten Sukabumi Bambang Subroto mengatakan adanya warga Sukabumi yang berusia di atas 100 tahun akan diteliti lanjut karena saat ini BPS masih fokus pada tugas utama menyelesaikan proses SP di 47 kecamatan Sukabumi.

"Kami ke sana untuk mengecek kebenarannya, sehingga data yang diperoleh benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan SP 2010 di Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan 5.132 orang petugas belum menemukan hambatan yang berarti.

"Semua warga mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang akurat. Memang ada beberapa kendala karena geografis Sukabumi yang luas, namun semua itu bisa diatasi dengan baik," ujarnya.

Habib Hasan Tidak Miliki Keturunan Langsung


Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla mengemukakan, berdasarkan data yang ditelusuri Tim Kemanusiaan PMI ditemukan bahwa Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad atau Mbah Priok tidak memiliki keturunan langsung.

"Habib Hasan Al Hadad berdasarkan informasi adalah bujangan sehingga tidak memiliki anak atau tidak ada keturunan langsung," kata Kalla di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Jumat.

Menurut Kalla, informasi tersebut adalah penting agar bila ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya adalah keturunan langsung dari Habib Hasan Al Hadad maka hal tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Mantan Wakil Presiden RI itu juga melihat hal lainnya yang perlu diklarifikasi adalah soal perbedaan jangka waktu antara Habib Hasan Al Hadad yang wafat pada tahun 1756 dan Zein bin Muhammad Al Hadad (saudara Habib Hasan) yang wafat pada tahun 1947.

Hal itu berarti memiliki rentang waktu sekitar 168 tahun sehingga perlu diklarifikasi karena data tersebut menunjukkan bahwa Habib Zein kemungkinan berusia hampir 200 tahun.

Sumber informasi Tim Investigasi PMI tersebut adalah berasal dari keterangan Pengurus Maqom Al Habib Abdulloh bin Abdurrahman Alaydrus dan Al Habib Ali bin Abdurrahman Alaydrus, serta Risalah Manaqib Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad (Mbah Priok) dan Habib Zen bin Muhammad Al Hadad.

Ketua Tim Investigasi Kemanusiaan PMI, Ulla Nuchrawaty, memaparkan, dari sumber informasi tersebut dituliskan bahwa Habib Hasan Al Hadad dilahirkan di Ulu Palembang, Sumatra Selatan pada 1727.

Dalam perjalanannya untuk syiar Islam ke Pulau Jawa pada 1756, Habib Hasan meninggal dalam usia sekitar 29 tahun dalam keadaan masih bujangan.

Setelah 23 tahun kemudian atau 1779, pemerintah Belanda menjemput Zein bin Muhammad Al Hadad atau adik Habib Hasan untuk memastikan makam saudaranya.

Adapun riwayat Habib Zein yang dianggap mempunyai hak atas tanah kuburan Dobo, wafat pada tahun 1947 dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dobo.

Habib Zein memiliki satu orang anak yaitu Habib Ahmad Zein dan cucu yang bernama Ali Alaydrus yang dalam kasus tersebut mengaku sebagai ahli waris.

"Risalah tersebut menunjukkan bahwa Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad masih bujangan sehingga tidak memiliki keturunan langsung. Almarhum berniat tetapi belum sempat melakukan syiar Islam di Tanah Jawa karena wafat dalam perjalanan di laut," kata Ulla.

Sebelumnya, PMI di Jakarta, 30 April 2010, telah menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah orang yang merupakan ahli waris dari keluarga Mbah Priok.

Pertemuan tersebut antara lain agar pihak PMI juga bisa bertemu secara langsung pihak keluarga ahli waris dan mendengar cerita mereka.

Salah satu yang ditanyakan adalah mengenai kisah perjuangan "Mbah Priok" yang telah melegenda dan mengenai silsilah keluarga.

Kabur, Arumi Sempat Tidur di Panti Sosial


Arumi Bachsin kabur dari rumahnya. Artis muda yang sedang naik daun ini meninggalkan kediaman orangtuanya pada Senin malam lalu. Arumi, sempat tinggal di sebuah panti sosial.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto tersebut. Lebih lanjut Kak Seto menjelaskan saat ini, artis berusia 16 tahun itu sudah dipindahkan ke suatu tempat yang dirahasiakan.

"Sekarang dia sudah berada di tempat yang aman," kata Kak Seto saat dihubungi wartawan, Jumat 14 Mei 2010.

Dalam kesempatan itu, Kak Seto juga menjelaskan saat ini kondisi Arumi sudah lebih tenang dari keadaan sebelumnya. Dia bertekad agar masalah Arumi ini tak berlarut-larut. Kak Seto sudah mulai melakukan mediasi antara Arumi dengan keluarganya.

"Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa ya," ucapnya.

Sekadar informasi, saat memutuskan untuk lari dari rumah orangtuanya, bintang film '18+' ini terlebih dahulu menghubungi pihak kepolisian dan Komnas Perlindungan Anak. Arumi meminta perlindungan kepada polisi dan juga Komnas Perlindungan Anak.

Para Teroris Rencanakan Penyerangan Pada 17 Agustus


Kepolisian RI mengindikasikan teroris akan menyerang presiden Indonesia pada perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus 2010 nanti. Dalam konferensi pers, Kepala Polri Jenderal Bambang HD serangan senjata itu seperti di Mumbay.

"Mereka akan menyerang dan bunuh pejabat negara yang sedang mengikuti upacara di istana negara," kata Kapolri Jumat (14/5).

Tim Detasemen Khusus anti teror Mabes Polri menemukan rencana penyerangan itu dalam penangkapan di Bekasi pekan lalu dan di Cikampek Rabu lalu. Menurutnya, tersangka teroris meyakini dalam perayaan hari kemerdekaan itu semua pejabat negara bisa menjadi target termasuk tamu negara.

"Dalam upacara itu diyakini pengamanan lemah karena diketahui peserta upacara tidak mengisi senjatanya," ujarnya.

Rabu lalu, polisi menangkap dan menembak sejumlah orang yang diduga teroris di Cikampek dan Cililitan. Dalam penangkapan itu lima orang tewas dan satu orang selamat.

Plus Minus Melahirkan Dalam Air


Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi tren persalinan. Banyak yang merasakan manfaatnya. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan.

Seperti dikutip dari Modernmom.com, beberapa penelitian bahkan mengklaim bahwa metode melahirkan dalam air juga bermanfaat bagi bayi yang akan dilahirkan.

Berdasar laporan Waterbirth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit akan mempertahankan suhu yang tepat.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang water birth.

Manfaat

Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi.

Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir.

Kelemahan

Sebuah penelitian mengungkap kekhawatiran bahwa medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga bayi kemungkinan akanterengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka.

Studi tahun 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air meningkatkan risiko bayi tenggelam.

Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air tidak direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak. Persalinan dalam air dikhawatirkan memicu risiko pneumonia atau infeksi pada otak, dan serangan kekuarangan oksigen.

Risiko

Wanita dengan kondisi medis tertentu atau kehamilan rumit harus menghindari melakukan proses melahirkan di dalam air. Termasuk wanita dengan herpes, tekanan darah tinggi, wanita yang telah mengalami pendarahan tak terduga selama perjalanan kehamilan, wanita yang mengandung bayi kembar, dan ketika bayi dalam posisi sungsang. Melahirkan di dalam air juga tidak direkomendasikan untuk wanita yang masuk ke persalinan prematur.