Selasa, 04 Mei 2010

Penemuan Kapal Nabi Nuh AS

Di sebuah gunung yg sentiasa diselimuti salju yg terletak di Timur Turki, tersembunyi sebuah misteri “berharga” yang berusia lebih dari 5000 tahun.

Peninggalan sejarah yg maha berharga itu bukan saja menarik minat para pengkaji Sejarah saja, namun pihak penyelidik US seperti CIA/KGB pun mencoba untuk melakukan penelitian disana. Sejauh ini CIA telah menggunakan satelite dan pesawat ‘Stealth’ utk mengambil gambar objek yg terdampar di puncak gunung tersebut. Gambar2 itu telah menjadi “rahasia besar” dan tersimpan rapi dengan kawalan yg ketat bersama dengan “rahasia2″ penting yg lain di Pentagon. Sudah beratus2 orang mencoba untuk mendaki Gunung Aghi-Dahl yg kerap dijuluki juga sebagai “Gunung Kesengsaraan” atau dengan nama peta-nya yaitu Mount Ararat, namun hanya beberapa2 orang saja yang berhasil menaklukannya.Sebagian lagi selebihnya hanyalah menambah deretan panjang pendaki-pendaki yang menjadi korban keganasannya. Hingga hari ini, hanya ada beberapa orang pendaki yg dapat sampai ke puncak Mt.Ararat sekaligus dapat menyaksikan dgn mata kepala sendiri sebuah artifak yg ‘mahaberharga’ tersimpan abadi dipuncaknya.

Lalu apakah sebenarnya artifak “mahaberharga” yang terkubur selama ribuan tahun di puncak Ararat itu?
Yup,menurut para ahli kepurbakalaan, mereka menafsirkan bahwa artifak dengan dimensi yang sangat besar tersebut tak lain adalah The Great Noah Ark (Perahu/Bahtera Nabi Nuh)!

Seperti yang kita ketahui bahwa The Great Pyramid of Giza, Mesir telah terkubur didalam tanah selama kurang lebih 2000 tahun lamanya sebelum ditemukan dan dilakukan penggalian terhadapnya. Begitu pula halnya dengan The Great Noah Ark ,sebelum terjadinya sebuah gempa bumi hebat yang melanda daerah itu pada 2 Mei 1988 silam ,artifak tersebut tertimbun di bawah salju hampir selama 5000 tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui bahwa sebenarnya tersimpan sebuah rahasia besar didalamnya.

Sebenarnya, zaman Nabi Noah AS dulu tidaklah seprimitif yg kita semua bayangkan. Pada hakikatnya pengetahuan Sains dan teknologi mereka sudah maju pada masa itu.
Contohnya dari beberapa hasil temuan di kaki Mount Ararat, Para Pengkaji dan Scientist Russia telah menemui lebih kurang 500 kesan artifak batu baterai elektrik purba yg digunakan utk menyadurkan logam.Tentunya temuan tersebut bisa membuktikan bahwa masyarakat zaman Nabi Noah/Nuh telah mengenal listrik.

Mengikut perkiraan para ahli ,Nabi Noah AS kira-kira memulai membangun bahteranya pada tahun 2465 B.C dan hujan lebat baru turun dan mengguyur bumi selama bertahun- tahun sehingga mengakibatkan munculnya air bah maha dasyat yang rata-rata dapat mengahiri sebagian populasi manusia dimuka bumi diperkirakan terjadi pada 2345 B.C

Rupa bentuk dari The Great Noah Ark itu sendiri sebenarnya tidak sama dengan bentuk kapal laut masa kini pada umumnya. Menurut para peneliti dan pendaki yg pernah melihat langsung “Noah Ark” di puncak Mt.Ararat serta beberapa image yang diambil dari pemotretan udara,The Great Noah Ark memang merupakan sebuah bahtera yang berdimensi sangat besar dan kokoh.

Kontruksi utamanya tersusun oleh susunan kayu dari species pohon purba yg memang sudah tidak bisa ditemui lagi didunia ini alias sudah punah.Pengukuran obyek yang ditandai mempunyai altitude 7.546 kaki dengan panjang dari bahtera kurang lebih 500 kaki,83 kaki lebar,dan 50 kaki tinggi. Ada juga Para Pengkaji berpendapat,”Noah Ark” berukuran lebih luas dari sebuah lapangan sepak bola.

Luas pada bagian dalamnnya cukup utk menampung ratusan ribu manusia.Jarak dari satu tingkat ke satu tingkat lainnya ialah 12 hingga ke 13 kaki. Sebanyak kurang lebih ribuan sampai pulahan ribu balak kayu digunakan untuk membangunnya.
Totalnya,terdapat kurang lebih ratusan ribu manusia dan hewan dari berbagai species yang ikut menaiki bahtera ini,Mengikuti kajian dari Dr.Whitcomb, kira2 terdiri 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis itik/burung,6300 jenis reptilia,2500 jenis amfibia yg menaiki The Great Noah Ark tersebut,sisanya adalah para kaum Nabi Nuh yang percaya akan ajaran yang dibawanya.Total berat kargo/muatan bahtera itu keseluruhan mungkin mencapai kurang lebih 24,300 ton.

Di sekitar obyek tersebut, juga ditemukan sebuah batu besar dengan lubang pahatan. para peneliti percaya bahwa batu tersebut adalah “drogue-stones”, di mana pada zaman dahulu biasanya dipakai pada bagian belakang perahu besar untuk menstabilkan perahu. Radar dan peralatan mereka menemukan sesuatu yang tidak lazim pada level “iron oxide” atau seperti molekul baja. Struktur baja tersebut setelah dilakukan penelitian bahwa jenis “vessel” ini telah berumur lebih dari 100.000 tahun, dan terbukti bahwa struktur dibuat oleh tangan manusia. Mereka percaya bahwa itu adalah jejak pendaratan perahu Nuh.

Beberapa sarjana berpendapat bahwa kemungkinan besar ‘Noah Ark’ ini dibangun disebuah tempat bernama Shuruppak, yaitu sebuah kawasan yg terletak di selatan Iraq.
Jika ia dibangun di selatan Iraq dan akhirnya terdampar di Utara Turkey,kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh kurang lebih 520 Km. Mount Ararat Mt.Ararat itu sendiri bukanlah sembarang gunung,ia adalah sebuah gunung yg unik. Diantara salah satu keunikan yg terdapat pada gunung ini ialah, pada setiap hari akan muncul pelangi pada sebelah utara puncak gunung itu.

Mt.Ararat ini ialah salah satu gunung yg mempunyai puncak yg terluas di muka bumi ini. Statusnya juga merupakan puncak tertinggi di Turki yaitu setinggi 16,984 kaki dari permukaan air laut.Sedangkan puncak kecilnya setinggi 12,806 kaki .Jika kita berhasil menaklukkan puncak besarnya ,kita dapat melihat 3 wilayah negara dari atasnya, yaitu “Russia,Iran, dan Turkey”.
Sebuah “batu nisan” yg didakwa kepunyaan nabi Nuh AS telah dijumpai di Mt.Lebanon di Syria. Batu nisan itu berukuran 120 kaki panjang.

Pada tahun 1917,Maharaja Russia Tsar Nicholas II mengirim sejumlah 150 org pakar dari berbagai bidang yg terdiri dari saintis,arkeolog dan tentara untuk melakukan penyelidikan terhadap The Great Noah Ark tersebut.

Setelah sebulan, tim ekspedisi itu baru sampai ke puncak Ararat. Segala kesukaran telah berhasil mereka lewati, dan akhirnya menemukan perahu Nuh tersebut. Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin

Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin. Mereka mencoba mengukur panjang perahu Noah dan didapati berukuran panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki, sebagian lainnya tenggelam di dalam salju. Hasil dari perjalanan itu dibawa pulang dan mau diserahkan kepada Tsar, malangnya sebelum sempat melaporkan temuan itu ke tangan kaisar, Revolusi Bolshevik Komunis (1917) meletus. Laporan itu akhirnya jatuh ke tangan Jenderal Leon Trotsky. Sehingga sampai sekarang masih belum diketahui, apakah laporan itu masih disimpan atau dimusnahkan.

Korban Meteorit Terima Bantuan dari Dinsos


Tiga rumah di Duren Sawit, Jakarta Timur yang rusak karena tertimpa meteorit (benda luar angkasa) akan mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial DKI Jakarta untuk memperbaiki rumahnya.

"Bantuan akan diberikan dalam bentuk material bahan bangunan senilai Rp10 juta dan uang tunai Rp5 juta," kata Kepala Dinas Sosial DKI Budiharjo di Jakarta, Selasa.

Bantuan akan diberikan melalui lurah setempat setelah dilakukan verifikasi untuk menginventarisir kerusakan di tiga rumah di Jalan Delima VI Gang II di RT 01/05 Malakasari, Duren Sawit, Jakarta Timur yang tertimpa meteorit pada Kamis (29/4) lalu.

Budiharjo menyebut bantuan akan diberikan dalam kurun waktu beberapa minggu kedepan setelah dilakukan verifikasi oleh tim. "Saat ini, baru itu yang bisa kita lakukan," katanya.

Ia berharap agar pihak Dewan Kelurahan setempat juga dapat memberikan bantuan kepada tiga keluarga yang rumahnya rusak tersebut.

Pemprov DKI dapat segera menyalurkan bantuan setelah adanya rekomendasi dari tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Puslabfor Mabes Polri yang menyimpulkan bahwa peristiwa itu disebabkan oleh benda luar angkasa atau meteorit yang memiliki sifat sporadis, artinya batu langit yang jatuh secara acak dan bukan merupakan sisa dari suatu komet (bintang berekor).

Selain dari Dinas Sosial DKI, Walikota Jakarta Timur Murdhani juga mengatakan bahwa Badan Amil Zakat dan Sedekah (BAZIS) Jakarta Timur telah mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp5 juta untuk masing-masing rumah yang rusak.

"Sesuai prosedur, bantuan diberikan dalam bentuk bahan bangunan yang dihimpun oleh BAZIS Jakarta Timur. Saya harap dalam sepekan ini sudah terealisasi, sehingga para pemilik bisa kembali membangun tempat tinggalnya," ujar Murdhani.

Numpang Ujian


Bandung: Hari ini (4/5), seluruh murid kelas enam sekolah dasar di seluruh Tanah Air mengikuti Ujian Nasional hari pertama. Tak terkecuali mereka yang menjadi korban bencana atau memiliki keterbatasan fisik.

Di Kampung Cienteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebanyak 43 murid SD Mekarsari menjalani ujian di SD Korpri. Hal itu terpaksa dilakukan karena bangunan SD Mekarsari rusak berat akibat luapan banjir Sungai Citarum empat bulan lalu.

UN juga dijalani siswa sekolah luar biasa di Tasikmalaya. Di Sekolah Luar Biasa Yayasan Bahagia, para guru yang juga sebagai pengawas, disibukkan oleh para muridnya yang tak mau tenang saat mengerjakan ujian. Ada yang bermain, berlarian, bahkan tak jarang menolak untuk mengerjakan soal.

Di SLB ini ada 12 siswa yang ikut ujian. Delapan siswa dari kelas C yang memiliki keterbelakangan mental, dan empat siswa dari kelas B yang mengalami tuna rungu serta tuna bicara.

Sedangkan di Denpasar, Bali, hari pertama UN berjalan lancar. Tidak ada masalah yang menghambat jalannya ujian hari ini yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Standar kelulusan murid SD tahun ini ditentukan dua hal. Yaitu hasil UN dengan nilai minimal 4,26, dan ujian akhir sekolah berstandar nasional dimana soal ujian dibuat di masing-masing provinsi, dengan nilai mata pelajaran minimal enam

Meteor Kepala Bayi Akhirnya Dikembalikan


TEMANGGUNG, - Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta mengembalikan batu meteor yang jatuh di Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung pada 2001 ke pemerintah kabupaten setempat.

"Selama ini IST Akprind telah meneliti dan merawat batu meteor itu dengan baik. Setelah batu meteor ini dikembalikan, kami berharap Pemkab Temanggung juga merawatnya dengan baik," kata Rektor IST Akprind, Ir Sudarsono saat menyerahkan batu meteror kepada Bupati Temangung Hasyim Afandi, di Temanggung, Senin (3/5/2010).

Pada 11 Mei 2001 sekitar pukul 09:00 WIB penduduk Desa Wonotirto yang terletak di lereng Gunung Sumbing mendadak dikejutkan dengan terdengarnya dentuman keras disertai jatuhnya meteor pada tiga titik.

Ketiga titik tersebut berada di luar lingkungan permukiman penduduk, dua di antaranya berada di ladang tembakau dan satu lagi di jalan desa, sekitar satu kilometer dari rumah penduduk terdekat.

Penduduk menemukan dua buah meteorit, masing-masing dari salah satu titik di ladang tembakau seukuran kepala bayi dan di jalan desa seukuran kepalan tangan orang dewasa.

Pemerintah Kabupaten Temanggung dan IST Akprind kemudian mendirikan Monumen Meteorit Wonotirto di dekat lokasi titik tumbuk jalan desa, yang diresmikan pada 18 Februari 2002.

Museum Rekor Indonesia menempatkan monumen ini sebagai satu-satunya monumen peringatan jatuhnya meteor di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Namun, di sana tidak ada bukti fisik mateorit yang pernah ditemukan tersebut.

Usai menyerahkan batu meteor, rombongan dari IST Akprind diantar Wakil Bupati Temanggung, Budiarto mengunjungi monumen meteorit tersebut.

Untuk sementara batu meteor tersebut disimpan di Kantor Bupati Temanggung dan Dinas Kebudayaan, Pariwitasa, Pemuda, dan Olahraga Temanggung akan menyusun rencana pemanfaatan meteorit tersebut untuk kepentingan wisata pendidikan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwitasa, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Temanggung Bekti Prijono mempunyai gagasan untuk membangun planetarium mini.

Gedung tersebut dapat dibangun sesuai dengan prinsip-prinsip planetarium. Meteorit akan diletakkan secara permanen sebagai tujuan wisata dan pendidikan.

Cantik Itu Berbahaya


Bertemu perempuan cantik dapat berakibat buruk bagi kesehatan Anda, demikian hasil penelitian sejumlah ilmuwan.

Sebuah penelitian dari University of Valencia, sebuah universitas tertua dan terbesar di Spanyol, menyebutkan, berada lima menit hanya berdua dengan seorang perempuan cantik dapat meningkatkan level cortisol, hormon stres tubuh, pria. Efek ini meningkat pada pria yang percaya bahwa perempuan tersebut "di luar jangkauan mereka'.

Cortisol diproduksi tubuh yang mengalami stres fisik atau psikologis dan telah dikaitkan dengan penyakit jantung.

Telegraph, Senin (3/5) melaporkan, para peneliti telah menguji 84 mahasiswa pria dengan meminta mereka duduk di sebuah ruangan dan memecahkan teka-teki Sudoku. Dua orang asing, satu laki-laki dan satu perempuan, juga ada di dalam ruangan tersebut.

Ketika perempuan asing itu meninggalkan ruangan dan dua orang pria itu tetap duduk di sana, tingkat stres kedua relawan pria itu tidak muncul. Namun, ketika seorang relawan pria tinggal sendirian dengan si perempuan asing yang cantik, tingkat cortisol-nya meningkat.

Para peneliti menyimpulkan, "Dalam penelitian ini, kami menilai bahwa bagi sebagian besar pria, kehadiran seorang perempuan cantik dapat menyebabkan persepsi bahwa ada kesempatan untuk pacaran. Sementara sejumlah pria mungkin menghindari perempuan yang atraktif karena berpikir, mereka 'tidak mungkin dapat memacari perempuan tersebut', mayoritas akan merespon dengan kecemasan dan sebuah respons hormonal yang terjadi berbarengan."

"Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat cortisol pria meningkat setelah terjadi kontak sosial singkat selama lima menit dengan seorang wanita muda yang menarik."

Cortisol dapat memiliki efek positif dalam dosis kecil, yaitu meningkatkan kewaspadaan dan kesejahteraan. Namun, peningkatan kadar cortisol kronis dapat memperburuk kondisi kesehatan, seperti memicu penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan impotensi.